Pasien ISPA Meroket Akibat Polusi, Menkes Akhirnya Buka Suara

Pasien ISPA Meroket Akibat Polusi, Menkes Akhirnya Buka Suara

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam acara Collaboration For Innovation Tech Confrence di Sopo del Tower, Jakarta, Selasa (22/8/2023). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Polusi udara di Jakarta telah berdampak buruk bagi kesehatan warga. Jumlah pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA pun meningkat tajam.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun buka suara. Menurutnya, pasien ISPA sebelum Covid-19, mencapai 50.000 pasien. Sekarang, jumlahnya naik hingga 200.000 pasien.

“Nah, itu ada akibat dari polusi udara ini,” kata Menkes, https://bet88gacor.homes/ saat ditemui selepas ASEAN Finance – Health Minister Meeting (AFHMM) 2023, Kamis (24/8/2023).

Adapun, menurutnya, Kemenkes akan bergerak di sisi hilir, yakni kesiapan medis, penanganan pasien dan kesehatan warga, bukan di sisi hulu atau sumber penyebabnya.

“Jadi posisi saya adalah meng-encourage agar sektor-sektor di hulu yaitu ada sektor energi transportasi lingkungan hidup supaya bisa memperketat emisi partikel-partikel ini sehingga kita yang di hilir itu tekanannya berkurang,” ujar Menkes.

Dia pun memahami bahwa lima penyakit pernafasan atau respiratory disease memiliki total klaim BPJS Kesehatan yang cukup besar, yakni Rp 10 triliun.

“Pasti tahun ini kalau lebih banyak yang kena, itu akan naik.”

Mengenai penanganan polusi, kita optimistis bahwa hal ini bisa dikendalikan. Contohnya pengendalian yang paling baik dan paling cepat adalah China.

“Mereka kan melakukan beberapa langkah-langkah drastis untuk memastikan langitnya biru kan dan itu terbukti turun cepat jadi yang bikin kita optimis kalau teman-teman bantu juga edukasi masyarakat dan publik bahwa ini bisa ditangani itu harusnya bisa ditangani,” ungkapnya.

Dia pun memahami bahwa lima penyakit pernafasan atau respiratory disease memiliki total klaim BPJS Kesehatan yang cukup besar, yakni Rp 10 triliun.

“Pasti tahun ini kalau lebih banyak yang kena, itu akan naik.”

Mengenai penanganan polusi, kita optimistis bahwa hal ini bisa dikendalikan. Contohnya pengendalian yang paling baik dan paling cepat adalah China.

“Mereka kan melakukan beberapa langkah-langkah drastis untuk memastikan langitnya biru kan dan itu terbukti turun cepat jadi yang bikin kita optimis kalau teman-teman bantu juga edukasi masyarakat dan publik bahwa ini bisa ditangani itu harusnya bisa ditangani,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*