Fakta Baru Perang Ukraina, Rusia Terancam Bencana

FILE - In this March 28, 2014 file photo, a Russian national flag flies on a hilltop near the city of Bakhchysarai, Crimea. The Group of Seven major industrialized countries on Thursday March 18, 2021, issued a strong condemnation of what it called Russia's ongoing “occupation” of the Crimean Peninsula, seven years after Moscow annexed it from Ukraine. (AP Photo/Pavel Golovkin, File)

Perang Rusia dan Ukraina masih terus terjadi. Terbaru “bencana” diperingatkan bakal melanda Rusia.

Hal itu diutarakan kepala kelompok tentara bayaran Rusia Wagner, Yevgeny Prigozhin. Ia memberi warning soal serangan balasan Ukraina yang dapat berubah menjadi “tragedi” bagi Rusia, seraya mengeluh bahwa pasukannya kini kekurangan amunisi senjata.

“Kami (Wagner) hanya memiliki 10-15% peluru yang kami butuhkan,” katanya sambil menyalahkan pimpinan tentara Rusia, dikutip AFP, Senin (1/5/2023).

“Serangan balasan ini bisa menjadi tragedi bagi negara kita,” tegasnya lagi.

Perlu diketahui selama berbulan-bulan Wagner telah mempelopori serangan Rusia di Bakhmut, kota timur Ukraina di pusat pertempuran saat ini. Wagner adalah pasukan swasta yang sengaja direkrut untuk membantu peperangan pasukan Presiden Vladimir Putin.

Prigozhin sendiri adalah sekutu Putin. Namun beberapa pekan terakhir, ia krap bersitegang dengan Kementerian Pertahanan Rusia.

Pernyataan terbaru Prigozhin ini juga dikatakan dalam sebuah wawancara dengan koresponden perang pro-Kremlin Rusia Semyon Pegov. Prigozhin mengatakan dia memperkirakan serangan balik Ukraina akan terjadi pada pertengahan Mei.

Perang Rusia di Ukraina Sudan terjadi Februari 2022. Dalam dokumen rahasia Amerika Serikat (AS) yang bocor awal April, setidaknya jumlah korban jiwa dari sisi militer Moskow maupun Kyiv, yang mencapai total 354.000 tentara.

Mengutip Reuters dan Aljazera, total militer Rusia yang menjadi korban mencapai 189.500 hingga 223.000. Sebanyak 35.500 hingga 43.000 meregang nyawa dalam aksi militer sementara 154.000 hingga 180.000 terluka.

Di sisi Ukraina ada 124.500 hingga 131.000 total korban. Termasuk 15.500 hingga 17.500 tewas dan 109.000 hingga 113.500 terluka.

Jumat pekan lalu, diketahui Moskow kembali merudal kota-kota di seluruh Ukraina pada malam hari. Dilaporkan 25 warga sipil tewas, dalam serangan skala besar pertama dalam dua bulan itu.

Ukraina mengatakan korban tewas juga termasuk anak-anak. Sebuah tangki bahan bakar di kota pelabuhan Krimea Sevastopol juga terbakar akibat serangan pesawat tak berawak, Sabtu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*